Text
BUDIDAYA SAWI (Brassica juncea L.) SISTEM APUNG DENGAN PEMBERIAN DUA JENIS POC PADA BEBERAPA KETEBALAN MEDIA
RYAN YURDANI. Budidaya Sawi ( Brassica juncea L.) Sistem Apung dengan Pemberian Dua Jenis POC pada Beberapa Ketebalan Media. Penelitian ini di bimbing oleh Nurul Istiqomah dan Nur Hafizah.
ABSTRAK
Lahan pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah lahan rawa lebak dengan luasan 32.594,98 ha. Di lahan lebak selain faktor tingkat kesuburan tanah, faktor genangan air sangat menentukan keberhasilan usaha tani. Solusi yang dapat dilakukan adalah menggunakan media terapung untuk budidaya tanaman hortikultura khususnya tanaman sawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dua jenis POC dan ketebalan media serta interaksi dua jenis POC dengan ketebalan media.Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sungai Bahadangan Kecamatan Banjang Kabupaten Hulu Sungai Utara. Pada bulan Maret sampai dengan Juni 2020, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 2 faktor, dengan pengelompokan berdasarkan tinggi bibit. Faktor pertama adalah beberapa jenis POC (P) terdiri dari 2 taraf, yaitu: p1 : POC Eceng Gondok dan p2 : POC Keong Mas Faktor kedua adalah beberapa ketebalan media (K) terdiri dari 4 taraf, yaitu: k1: 10 cm, k2: 15 cm, k3: 20 cm, dan k4: 25 cm. Kombinasi perlakuan terdiri dari 8 kombinasi dengan 3 kali ulangan sehingga didapat 24 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 16 tanaman dan 4 tanaman sampel yang diamati, sehingga jumlah tanaman sampel semuanya adalah 96 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara perlakuan dua jenis POC dan ketebalan media tidak berpengaruh terhadap semua variabel pengamatan. Perlakuan tunggal dua jenis POC hanya berpengaruh pada variabel pengamatan tinggi tanaman sawi pada umur 21 dan 28 HST. Namun tidak berpengaruh pada variabel pengamatan jumlah daun, panjang akar dan berat basah tanaman. Faktor tunggal ketebalan media berpengaruh terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman sawi pada umur 21, 28 dan 35 HST, berpengaruh pada variabel pengamatan jumlah daun pada umur 7, 21, dan 28 HST dan berpengaruh pada variabel berat basah tanaman. Namun tidak berpengaruh pada variabel pengamatan panjang akar tanaman. Dari hasil penelitan tidak didapatkan interaksi terbaik antara pemberian dua jenis POC dan ketebalan media, didapatkan jenis POC terbaik terhadap tinggi tanaman sawi pada perlakuan p1 (POC eceng gondok) pada budidaya sawi sistem apung. Dan didapatkan ketebalan media terbaik terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat basah tanaman sawi pada perlakuan k2 ( 15 cm) pada budidaya sawi sistem apung.
| 20 | 630.72 RYA b | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain