Text
MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KEDELAI USAHA TEMPE DI DESA LOK BANGKAI KECAMATAN BANJANG KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA (STUDI KASUS: USAHA TEMPE CIPTO)
Manajemen Persediaan Bahan Baku Kedelai Usaha Tempe di Desa Lok Bangkai Kecamatan Banjang Kabupaten Hulu Sungai Utara (Studi Kasus:Usaha Tempe Cipto) di bimbing oleh Rum Van Royensyah dan Heldawati.
ABSTRAK
Penelitian ini mempunyai tujuan yang ingin dicapai yaitu mengukur kinerja manajemen persediaan bahan baku kedelai terhadap usaha tempe cipto dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam manajemen persediaan bahan baku kedelai. Metode ini digunakan dalam data-data yang tersedia dari usaha tempe cipto di Desa Lok Bangkai Kecamatan Banjang adalah dengan menggunakan rumus Economic Order Quantity (EOQ), frekuensi pemesanan (F), total biaya persediaan dalam satu tahun (TIC), standar deviasi (SD), dan reorder point (ROP). Dari metode yang digunakan dapat diketahui penghematan biaya total pengadaan bahan baku kedelai dalam satu tahun. Usaha tempe cipto melakukan pemesanan sebulan sekali, jadi dengan menggunakan metode EOQ maka diketahui jumlah pembeliaan bahan baku yang optimal adalah sebesar 578,669 Kg dengan frekuensi pemesanan bahan baku 26,958 kali dalam satu tahun. Total biaya persediaan dalam satu tahun menurut kebijakan metode EOQ sebesar Rp 2.715.102 standar deviasi 253,31 safety stock 417,96 kg dan titik pemesanan kembali sebesar 1.300 Kg.
| 11 | 630.72 FAU m | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain