Text
PEMBERIAN POC AMPAS TAHU PADA BUDIDAYA PADI DENGAN SISTEM JAJAR LEGOWO 2:1
MUHAMMAD AS`ARI. Pemberian POC Ampas Tahu pada Budidaya Padi dengan Sistem Jajar Legowo 2:1 dibimbing oleh Nurul Istiqomah dan Farida Adriani.
ABSTRAK
Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan penting yang telah menjadi makanan pokok lebih dari setengah penduduk dunia. Dalam teknologi budidaya pertanian, kerapatan tanam merupakan salah satu komponen penting dalam manipulasi tanaman untuk mengoptimalkan hasil. Sistem tanam jajar legowo bertujuan mengatur populasi tanaman per satuan luas dengan menata tata letak tanaman serta memperluas pengaruh tanaman pinggir dan memudahkan pemeliharaan tanaman. Salah satu upaya meningkatkan hasil adalah dilakukan pemupukan. Saat ini pemupukan ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan melalui sistem organik sangat dianjurkan, yaitu dengan menggunakan pupuk organik. Salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik adalah ampas tahu, baik limbah padat maupun cair. Keuntungan menggunakan ampas tahu sebagai pupuk adalah ampas tahu banyak tersedia dan memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengetahui pengaruh pemberian POC ampas tahu pada budidaya padi dengan sistem jajar legowo 2:1. (ii) mengetahui dosis POC ampas tahu terbaik pada budidaya padi dengan sistem jajar legowo 2:1. Penelitian ini dilakukan di Desa Mandingin RT 03, Kecamatan Barabai Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimatan Selatan dari bulan Januari sampai April 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal. Pengelompokan ini dilakukan berdasarkan topografi. Faktor yang diteliti adalah pemberian POC ampas tahu (P) sebanyak 4 taraf, yaitu p1 : 60 ml.ℓ-1, p2 : 80 ml.ℓ-1, p3 : 100 ml.ℓ-1, p4 : 120 ml.ℓ-1. Perlakuan terdapat 4 perlakuan dengan 6 kelompok. Dengan demikian terdapat 24 satuan percobaan, terdiri dari 360 tanaman dengan 4 tanaman sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian POC Ampas tahu tidak berpengaruh terhadap varieabel pengamatan tinggi tanaman 21, 28 dan 35 HST, jumlah daun, jumlah anakan, umur keluar malai, jumlah gabah per malai tetapi berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman 14 HST, panjang malai, jumlah malai per rumpun, jumlah gabah per rumpun dan berat kering gabah. Dosis terbaik pemberian POC ampas tahu berada di p2 : 80 ml.ℓ-1 yang menghasil rata-rata tinggi tanaman 14 HST yaitu, 36,25 cm, panjang malai, yaitu 21,13 cm, jumlah malai per rumpun, yaitu 19,12 helai, jumlah gabah per rumpun, yaitu 1396,75 biji dan berat kering gabah, yaitu 36,33 g.
| 8 | 630.72 MUH p | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain